Minggu, 09 Desember 2018

iman kepada kitab allah swt.



Iman Kepada Kitab-Kitab Allah SWT


يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ ءَامِنُوا۟ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَٱلْكِتَٰبِ ٱلَّذِى نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ وَٱلْكِتَٰ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ مِن قَبْلُ ۚ وَمَن يَكْفُرْ بِٱللَّهِ وَمَلَٰٓئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَٰلًۢا بَعِيدًا

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.(Q.S. an-Nisa/4: 136).
Rukun iman yang ketiga adalah Iman atau percaya kepada kitab-kitab Allah Swt. yang telah diturunkan kepada nabi dan rasul-Nya. Selain terhadap Al-Qur’an, kita juga percaya dan yakin akan keberadaan kitab-kitab sebelumnya, meskipun hanya sekadar meyakini akan keberadaannya bahwa kitab-kitab sebelum Al-Qur’an itu pernah turun kepada rasul-rasul Allah Swt. sebelum Nabi Muhammad Saw. Hal ini menunjukkan adanya kesamaan historisitas atau sejarah para rasul Allah Swt. yang pernah diutus ke bumi untuk menyelamatkan umat manusia agar mampu menepati jalan yang lurus, yaitu jalan yang akan mengantarkan kita kepada keselamatan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat.

A.  Pengertian Iman Kepada Kitab-Kitab Allah SWT
Secara bahasa, kata iman yang berasal dari bahasa Arab “Aamana-yu'minu-iimaanan” yang artinya percaya. Sementara kata kitab yang juga berasal dari bahasa Arab “Kataba-yaktubu-katban-kitaaban” yang artinya tulisan, ketetapan, hokum, atau buku. Maksud dari kitab dalam tema ini adalah kitab suci, dan dalam memahami kitab suci kita dapat membedakannya menjadi dua kategori sebagai berikut.

  • *      Kitab suci Samawi,  yaitu kitab suci yang bersumber dari Wahyu atau firman Allah Swt. yang disampaikan melalui Malaikat Jibril kepada para rasul yang dipilih-Nya.

  • *      Kitab Suci Ardi, yaitu kitab suci yang bersumber dari hasil perenungan para tokoh agama, bukan bersumber dari Wahyu atau firman Allah Swt.
 Beriman kepada kitab-kitab Allah Swt.  yang dimaksud ini di sini adalah kitab suci Samawi bukan Ardi.  Sehingga, kita dapat menyimpulkan bahwa yang dimaksud dengan pengertian beriman kepada kitab-kitab Allah Swt. adalah meyakini dengan sepenuh hati, membenarkan dengan ucapan, dan membuktikan dengan perilaku keseharian akan keberadaan kitab-kitab Allah Swt. yang diturunkan kepada rasul-Nya. Kitab adalah wahyu atau firman Allah Swt. berbentuk buku yang didalamnya berisi seluruh petunjuk dan pedoman hidup manusia, disampaikan oleh malaikat jibril kepada para Rasul untuk disampaikan kembali kepada umatnya masing-masing.

B.   Hukum Beriman Kepada Kitab-Kitab Allah SWT
Memercayai kitab Al-Quran dan kitab-kitab suci sebelumnya adalah sesuatu yang wajib diyakini sebagai syariat keimanan seseorang. Oleh karena itu, memercayai kitab suci adalah salah satu rukun iman, yakni rukun iman yang ketiga. Barang siapa yang tidak mempercayainya maka keimanannya diragukan.  Allah swt. berfirman dalam Q.S. an-Nisa’ Ayat 136 sebagai berikut.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ ءَامِنُوا۟ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَٱلْكِتَٰبِ ٱلَّذِى نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ وَٱلْكِتَٰ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ مِن قَبْلُ ۚ وَمَن يَكْفُرْ بِٱللَّهِ وَمَلَٰٓئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَٰلًۢا بَعِيدًا

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.(Q.S. an-Nisa/4: 136).
Selain memercayai dan menjadikan Al-Quran sebagai satu-satunya sumber utama pedoman hidup, kita sebagai umat Islam juga wajib mempercayai keberadaan kitab-kitab Allah Swt. yang diturunkan sebelumnya kepada para rasul sebelum Nabi Muhammad Saw. Akan tetapi hanya sebatas memercayai keberadaannya, bukan untuk menguji ajarannya. Karena bagi umat Islam, syariat atau aturan yang berlaku dan harus diikuti sampai besok hari kiamat adalah apa yang dibawa dan disampaikan oleh Nabi Muhammad Saw. yakni kitab suci Al-Quran. Meskipun kitab-kitab terdahulu sebelum Al-Quran keberadaannya masih ada sampai sekarang, akan tetapi seluruh syariatnya sudah tidak berlaku dan juga tidak terjamin keasliannya. Hanya Al-Quran saja satu-satunya kitab suci yang wajib diikuti dan akan tetap terjaga dari berbagai penyimpangan dan pemalsuan sampai hari kiamat tiba. Allah swt. berfirman dalam Q.S. al-Hijr Ayat 9 sebagai berikut.

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ

Artinya: Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (Q.S. al-Hijr/15: 9).

Ayat ini menjadi sebuah jaminan bahwa Allah Swt. senantiasa menjaga keaslian dan kemurnian Al-Quran sepanjang masa dari berbagai usaha manusia yang ingin mengubah isi al-Quran baik dengan cara menambah hajat, menguranginya, menggantinya, atau bahkan mengubah apa saja yang telah dinaskan dalam Al-Quran. Oleh karena itu, mengikuti Al-Quran adalah sesuatu yang harus diyakini kebenarannya tanpa ada rasa ragu sedikit pun.

C.   Macam-Macam Kitab Allah Swt. Dan Rasul yang menerimanya
Wahyu atau firman Allah Swt. yang diterima para nabi dan rasul-Nya ada dua macam, yaitu sebagai berikut.

  • *      Suhuf, yakni wahyu yang terpisah-pisah dalam bentuk lembaran-lembaran.

  • *       Kitab, yakni wahyu yang dijadikan satu dalam bentuk buku.
Pembahasan tentang beberapa jumlah kitab yang telah Allah Swt. turunkan kepada rasulnya Rasulullah Saw. pernah ditanya oleh Abu Dzar, Ya Rasulullah Berapakah jumlah kitab yang diturunkan Allah Swt.?”. Berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban, dapat kita simpulkan bahwa Wahyu atau firman Allah baik dalam bentuk suhuf maupun kitab yang diturunkan Allah Swt. kepada rasulnya berjumlah 104 kitab. Meskipun ada pendapat lain yang mengatakan 114 kitab. Akan tetapi yang wajib kita ketahui hanyalah empat kitab saja, yakni Kitab Taurat, Zabur, Injil, dan Al-Quran.


  1. Taurat
Taurat adalah kitab Allah yang diberikan kepada Nabi Musa a.s. untuk disampaikan kembali kepada umatnya (Bani Israil). Bahasa yang digunakan dalam Kitab Taurat adalah bahasa Ibrani. Isi pokok Taurat adalah 10 firman Allah bagi Bani Israil. Allah Swt.berfirman dalam Q.S. as-Sajdah ayat 23 sebagai berikut.
وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ فَلَا تَكُنْ فِي مِرْيَةٍ مِنْ لِقَائِهِ ۖ وَجَعَلْنَاهُ هُدًى لِبَنِي إِسْرَائِيلَ

Artinya: Dan Sesungguhnya Kami telah berikan kepada Musa Al-Kitab (Taurat), maka janganlah kamu (Muhammad) ragu menerima (Al-Quran itu) dan Kami jadikan Al-Kitab (Taurat) itu petunjuk bagi Bani Israil. (Q.S. as-Sajdah ayat 23).

Isi kandungan dari kitab Taurat adalah sebagai berikut:
v  ajaran tauhid (mengesakan Allah).
v  Nasihat-nasihat kebaikan.
v  Hukum-hukum syariat.
v  Kisah dan sejarah nabi-nabi terdahulu.
  1. Zabur
Zabur adalah kitab yang diberikan kepada Nabi Daud a.s. untuk disampaikan kembali kepada umatnya (Bani Israil). Bahasa yang digunakan dalam Kitab Zabur adalah bahasa Qibti. Allah Swt. berfirman di dalam Q.S. an-Nisa’ ayat 163 sebagai berikut.
إِنَّا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ كَمَا أَوْحَيْنَا إِلَىٰ نُوحٍ وَالنَّبِيِّينَ مِنْ بَعْدِهِ ۚ وَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَعِيسَىٰ وَأَيُّوبَ وَيُونُسَ وَهَارُونَ وَسُلَيْمَانَ ۚ وَآتَيْنَا دَاوُودَ زَبُورًا

Artinya: Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Isma'il, Ishak, Ya'qub dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud. (Q.S. an-Nisa’ ayat 163).
Kitab Zabur berisi 550 surah yang dikutip Ali as-Sabuni dalam kitab safwah at-Tafaasir Juz 1 halaman 320. Nama lain dari kitab Zabur adalah Mazmur. Dalam Kitab Zabur tidak ditemukan pembahasan tentang hukum, karena masih mengikuti dan meneruskan syariat serta hukum terdahulu pada masa Nabi Musa a.s. 

Isi kandungan dari kitab Zabur adalah sebagai berikut:

  •  ajaran tauhid (mengesakan Allah).
  • Kata-kata hikmah.
  • Nasehat-nasehat kebaikan.
  1. Injil
Injil adalah kitab yang diberikan kepada Nabi Isa a.s. untuk disampaikan kembali kepada umatnya (Bani Israil) sebagai penyempurna ajaran Nabi Musa a.s. Kitab Injil pada awalnya menggunakan bahasa Suryani. Allah berfirman dalam Q.S. Maryam ayat 30 sebagai berikut.
قَالَ إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ آتَانِيَ الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيًّا

Artinya: Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi. (Q.S. Maryam ayat 30).

 Isi terkandung dalam kitab Injil adalah sebagai berikut:


  • Ajaran tauhid (mengesakan Allah).
  •  Hukum-hukum syariat .
  • Nasihat-nasihat kebaikan.
  • Sejarah nabi-nabi terdahulu.
      4.    al-Qur'an
Allah Swt. Al-Quran adalah kitab yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. sebagai nabi terakhir dan penyempurna dari kitab-kitab sebelumnya.  Allah Swt. berfirman dalam Q.S.  al-Ma’idah ayat 48 sebagai berikut.
وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ ۖ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ ۚ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا ۚ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَٰكِنْ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ ۖ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ ۚ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

Artinya: Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu. (Q.S.  al-Ma’idah ayat 48).

 Isi kandungan dalam Al Quran secara umum terdiri atas beberapa persoalan sebagai berikut:


  •            akidah (keyakinan).
  •        Syariat (hukum), baik yang berkaitan dengan ibadah, maupun muamalah.
  •        Akhlak (etika) dalam semua ruang lingkupnya.
  •        Kisah-kisah umat terdahulu.
  •        Berita-berita tentang masa yang akan datang (akhirat).
  •        Prinsip dan dasar hukum hukum yang berlaku bagi alam semesta termasuk manusia.


D.  Sikap yang Mencerminkan Keimanan kepada Kitab-Kitab Allah SWT
Seperti yang dijelaskan di awal, bahwa makna beriman harus dibuktikan dengan keyakinan, ucapan, sikap, dan perilaku keseharian. Orang yang mengaku beriman kepada kitab-kitab Allah swt., harus mampu membuktikan keimanan dengan sikap kesehariannya. Sikap yang mampu mencerminkan keimanan kepada kitab-kitab Allah swt. adalah sebagai berikut:

I.            Menyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah swt. menurunkan kitab-kitab kepada para rasul-Nya. Tidak hanya Al-Quran, tetapi juga kitab-kitab yang diturunkan allah kepada para rasul sebelumnya, yaitu kitab Zabur kepada Nabi Daud, Kitab Taurat kepada Nabi Musa, Kitab Injil kepada Nabi Isa.
II.            Menyakini bahwa semua rasul yang diutus ke bumi adalah mengajarkan ajaran pokok yang sama yaitu tauhid atau mengesakan Allah swt.
III.            Meyakini bahwa Al-Quran adalah kitab suci yang paling terakhir dan paling sempurna dari kitab-kitab sebelumnya, sehingga ajaran dan tuntunannya tidak akan pernah usang ditelan zaman dan akan tetap berlaku sampai datangnya hari kiamat.
IV.            Membaca kitab suci Al-Quran dalam setiap waktu dan kesempatan sebagai pedoman dan tuntunan hidup.
V.            Memahami makna yang terkandung dibalik ayat Al-Quran yang kita baca agar mampu mengambil pelajaran darinya.
VI.            Mengamalkan apa yang disampaikan Al-Quran baik itu melaksana kan perintah Allah swt. atau pun menjauhi segala larangan-Nya.


E.   Hikmah Beriman kepada Kitab-Kitab Allah SWT
Hikmah artinya buah atau keuntungan yang didapat dari segala sesuatu. Dalam hal ini, adalah keuntungan yang akan didapatkan seseorang muslim dari sikap beriman kepada kitab-kitab Allah swt. Hikmah tersebut antara lain sebagai berikut:

a)      Mendapatkan kesempurnaan iman dan terbebas dari kesesatan.
b)      Menambah keyakinan bahwa Allah telah mengutus para rasul untuk menyampaikan risalah-Nya.
c)       menjadikan kehidupan manusia di dunia tertata, karena adanya hukum yang bersumber pada kitab suci.
d)     Menambah keyakinan akan adanya kesamaan visi dan misi para rasul untuk menyampaikan ajaran tauhid atau mengesakan Allah swt.
e)      Menambah keyakinan bahwa Islam adalah agama penyempurna dari risalah para rasul sebelumnya.
f)       Menambah motivasi dalam beribadah dan menjalankan kewajiban-kewajiban agama seperti yang tertuang dalam Kitab Suci.
g)      Menambah sikap optimis karena telah dikaruniai pedoman hidup dari Allah swt. untuk meraih kesuksesan baik di dunia maupun di akhirat.


 
©Suzanne Woolcott sw3740 Tema diseñado por: compartidisimo